Mendaki gunung raung yang katanya paling extreme di jawa

Pendakian terhedon gua selama ini coy, iseng nyoba OT soalnya nyari barengan kesini susah bet asli, jadi mentok pake OT dah. Happy Reading cuy, jangan lupa ibadah

Perjalanan ini dimulai pada hari rabu tepatnya pada tanggal 10 mei 2023, saat itu saya di antar oleh seorang teman kuliah dulu bernama vanless untuk menuju stasiun Bogor, perjalanan dilakukan pagi hari jam 6 karena meminimalisir terkena kemacetan dijalan, lalu sampai lah kami di stasiun Bogor pada pukul 7.

Disini kami berpisah dan saya langsung berjalan menuju rute kereta lalu menanyakan langsung ke petugas yang berada di stasiun mengenai kereta apa yang langsung pergi ke stasiun Gondangdia. Setelah itu saya langsung naik ke kereta dan menyimpan carrier saya di atas bagasi kereta dan langsung berdiri berhimpitan dengan penumpang lain. Saya dari kereta stasiun Bogor sampai ke stasiun Gondangdia menempuh perjalanan sekitar 1 jam 30 menit dengan berdiri dan ditemani oleh playlist kesukaan saya.

Setelah sampai di stasiun Gondangdia, saya pun langsung memesan ojek online untuk pergi ke stasiun pasar senen dan menunggu sekitar 2 jam lebih di stasiun. Disini pun saya bertemu dengan teman baru yakni imam asal tangerang yang ternyata kebetulan memiliki tujuan yang sama untuk pergi ke stasiun pasar turi dan mendaki gunung raung pada hari dan tanggal yang sama. Lantas kami disana pun bertukar no wa karena ketika di stasiun pasar turi, kami akan pergi ke stasiun gubeng dan menunggu kereta menuju Kalibaru sekitar 5 jam 30 menit.

Setelah sampai di stasiun pasar turi yang menempuh perjalanan sekitar 11 jam lamanya di kereta ekonomi airlangga kami pun sampai, dan lalu berjalan menuju warung kopi yang ada di dekat stasiun lalu berbincang-bincang mengenai berbagai hal. Lalu kami pun memesan grab car untuk menuju ke stasiun gubeng yang jaraknya kurang lebih 20 menit dari stasiun pasar turi. Setelah sampai di stasiun pasar turi, kami pun bertemu kembali dengan pendaki lainnya yang berasal dari Tangerang, yaitu erik, tyo, dan umar. Setelah berbincang bincang mengenai berbagai hal, dan ternyata mereka ber 4 ternyata nanti berada di basecamp yang sama yakni raung camp, dan disini hanya saya saja yang berbeda base camp nya yakni bu soeto. Lantas kami pun beristirahat di stasiun gubeng sembari menunggu kereta sampai pukul 05.30.

Lalu pada pukul 5 kami pun berangkat untuk mencari kereta ekonomi Probowangi untuk pergi ke stasiun kalibaru yang menempuh perjalanan sekitar 5 jam 30 menit. Setelah sampai di stasiun kalibaru, kami pun langsung di sambut oleh ojek yang sedikit memaksa untuk langsung pergi ke basecamp gunung raung karena situasi di Kalibaru sedang banjir saat itu dan saya sendiri pun yang berniat untuk membeli logistik menjadi tidak sempat membelinya. Setelah sampai di basecamp bu soeto dengan menaiki ojek denga tarif harga 50 rb dengan rute jalan yang berbatu dan lumayan jauh menurut saya, masih dalam hal batas wajar dengan tarif segitu.

Lalu saya pun sampai di basecamp bu Sueto sekitaran jam 12 seorang diri, lalu berkenalan dengan salah seorang pria yang berada di basecamp yg bernama bang erwin yang ternyata orang bandung namun tinggal di lombok namun sedang berada di basecamp bu soeto raung. Saya pun langsung di hidangkan makanan untuk makan siang di basecamp bu soeto lalu makan bersama bang udin raung dan bang erwin. Lantas setelah itu saya pun mandi dan beristirahat sampai menjelang sore. Sore pun tiba pada pukul 6 namun belum ada satupun orang yang datang di basecamp bu soeto ini, saya pun sejenak berpikir, apa hanya saya saja yang akan melakukan pendakian yang tinggal di basecamp ini. Lalu kurang lebih pukul 8 pun tiba, akhirnya ada yg datang 2 orang ke basecamp ini, mereka bernama dani dan  Pak rojak, akhirnya kami pun berkenalan dan berbincang sejenak. Setelah itu kami dimintai surat keterangan sehat oleh bang congrek selaku guide raung sejati dan berbincang mengenai barang apa saja yang harus di bawa esok hari. Kami pun kemudian membeli beberapa logistik pribadi di warung dekat basecamp untuk di bawa esok hari.

Awal pendakian…

Pagi pun tiba, lantas kami pun langsung bersiap-siap untuk mandi dan sarapan untuk pergi mendaki gunung raung. Kami di antar oleh ojek gunung sampai ke sekretariat pendakian gunung Raung. Lalu disana kami pun di briefing oleh petugas gunung Raung dengan di beri beberapa arahan dalam pendakian. Di sekretariat tersebut banyak pendaki juga kurang lebi 25 orang berserta guide Gunung Raung. Oh ya sedikit informasi, bahwa mendaki gunung raung ini sangat diwajibkan diantar oleh guide yang sudah berpengalaman, karena di beberapa area tertentu, perlu keahlian tali temali untuk pergi ke puncak, dan tentu hal itu hanya bisa dilakukan oleh guide profesional yang tentunya sudah mengenal area gunung raung.

Setelah melakukan briefing di sekretariat gunung Raung, kami pun berdoa bersama lalu saling bersalaman dan pergi diantar oleh ojek sampai warung pak Sunarya, yang merupakan batas yang diantar oleh ojek. Info saja, sebenarnya bisa aja diantar sampai pos warung semangka, namun perlu tambahan biaya pribadi, tetapi saya pun memilih sampai warung pak Sunarya saja sehingga bisa berbarengan dengan pendaki lain untuk sampai ke pos warung semangka.

Pendakian pun di lanjutkan dengan trek yang lumayan menanjak dan menempuh kurang lebih 1 jaman hingga sampai pos warung semangka, disana kami pun menikmati semangka yang ada disana dengan merogoh kocek sebesar 3000 saja, dan sudah mendapat semangka yang menurut saya cukup besar. Setelah menikmati semangka dan beristirahat sejenak, kami pun melanjutkan pendakian hingga ke pos selanjutnya, kami pun melewati pos 1 yang ternyata di pos 1 tidak terdapat tempat beristirahat dan hanya plang sama di samping trek pendakian. Pendakian di lanjutkan sampai di pos 2, dan lalu kami pun beristirahat sebentar kurang lebih 10 menit dan langsung melanjutkan pendakian untuk sampai ke pos selanjutnya. Mulai pos 2 kesana pendakian dilakukan secara berpisah, saya pun hanya berdua dengan dani tidak berbarengan dengan pendaki lain untuk menuju ke pos 3. Setelah sampai pos 3 yang menempuh jarak kurang lebih 1 jam, akhirnya kami pun sampai. Kami sampai kurang lebih pukul 12 dan langsung menyantap makanan yang sebelumnya kami bawa dari basecamp bu soeto. Setelah makan siang kurang lebih 20 menit, kami pun mulai melanjutkan pendakian untuk sampai ke pos selanjutnya.Ketika melakukan pendakian dari pos 3 ke 4 disini saya pun berpisah dengan dani, dan memilih untuk melakukan treking santai beserta pendaki lainnya di belakang. Akhirnya setelah berjalan lumayan lama, akhirnya kami sampai di pos 4 sekitar jam 2 siang, dan saya pun bertemu dengan porter saya dan tim yang bernama mas pian dan di minta untuk menyusul dani dan rojak di depan, saya pun langsung mengiyakan dan langsung melakukan pendakian ke pos selanjutnya tanpa beristirahat untuk menyusul tim yang sudah ada di depan. Setelah melakukan pendakian dengan cepat, tak kunjung lama sekitar 30 menit akhirnya saya bertemu dengan mas rojak dan dani di trek pertengahan pendakian. Setelah bertemu, akhirnya kami pun beristirahat sejenak untuk menikmati cemilan yang sudah kami bawa dari basecamp. Setelah beristirahat kurang lebih 10 menit akhirnya kami pun melanjutkan trek pendakian dan akhirnya sampai di pos 5 setelah 40 menit melakukan berjalan.

Akhirnya kami pun sampai di pos 5 dan bertemu juga kembali dengan beberapa pendaki yg sedang beristirahat, kami pun ikut merebahkan kaki dan menikmati minuman sembari menarik nafas dan menjulurkan kaki. Hanya berjelang sebentar, lalu kami pun mulai kembali melanjutkan pendakian, mas pian selaku porter kami bilang jika terlalu lama beristirahat nanti membuat kaki kembali kaku dan semakin malas untuk berjalan.

Lalu kami pun sampai Di pos 6 dan kami pun berpisah dengan mas pian dan ia bilang ingin pergi duluan karena berencana untuk memasang tenda dan langsung masak sehingga ketika kami sampai, bisa langsung menyantap makanan dan tidak perlu menunggu lama. Di pos 6 kami beristirahat lumayan lama dan mulai bertemu dengan pendaki yg tadi di bawah. Pada jam set 5 akhirnya kami mulai melakukan pendakian menuju pos 7 yang jaraknya lumayan jauh kurang lebih 2 jam dengan trek yang terjal. Setelah berjalan dan kemudian beristirahat beberapa kali dalam pendakian, kami pun sampai di pos 7 dan langsung mencari tenda yang didirikan oleh mas pian.

Setelah sampai kurang lebih jam 7 kurang kami pun langsung di beri teh manis hangat dan langsung masuk ke dalam tenda untuk menunggu makanan tiba dan tentu beristirahat. Setelah makan tiba, kami pun langsung menyantap nya dan setelah itu setelah merapihkan tempat tidur kami dan berbincang sejenak kami pun langsung beristirahat untuk summit besok jam 2 pagi. Hari esok pun datang, tak terasa kami pun di bangunkan jam 1 pagi oleh porter kami dan sudah di siapkan makanan untuk persiapan summit. Setelah melakukan beberapa persiapan, kami pun segera berangkat untuk menuju camp 8 dengan jarak tempuh sekitar 1 jam dengan trek yang lumayan terjal. Setelah sampai di camp 8 dan berisitirahat sejenak, kami pun kembali melanjutkan perjalanan untuk sampai ke camp 9 dengan dengan tempuh yang sama, kurang lebih 1 jam dengan trek yang lumayan terjal sama seperti trek sebelum nya.

Akhirnya kami pun sampai di camp 9, dan tak lama kemudian beberapa orang menyusul di belakang kami. Setelah beristirahat sejenak, kami pun memasang beberapa perlengkapan climbing seperti harness full body, helm safety beserta jummar dll. Setelah itu kami pun langsung melanjutkan pendakian terlebih dahulu mendahului pendaki lainnya untuk sampai ke puncak bendera gunung raung. Jarak dari camp 9 untuk sampai ke puncak bendera pun tak jauh, hanya sekitar 30 menit untuk sampai.

Setelah sampai di puncak bendera, kami pun berdoa untuk melanjutkan pendakian untuk sampai ke puncak sejati gunung raung dengan selamat. Perjalanan pun dilakukan dengan beragam trek yang kami lalui, seperti menyusur pinggiran gunung dengan bantuan tali karmantel, turun dari bebatuan terjal dengan menggunakan tali webbing, melintasi trek yang dinamakan sebagai jembatan sirotol mustakim yang dimana kiri dan kanan trek merupakan jurang, lalu kembali menyusuri pinggiran gunung yang pijakannya sebelah jurang yang terjal, terkadang terbayang jika salah pijakan saja sudah beda alam.

Setelah melewati berbagai rintangan dalam pendakian untuk menuju ke puncak sejati gunung raung, dan beristirahat beberapa kali karena trek yang kami lalui sangat lah curam, tidak ada bonus sama sekali, akhirnya kami pun sampai di puncak sejati gunung Raung, dengan ketinggian 3334 MDPL. Tamatttt dahhh pokonya turun nya tuh besokan paginya. Oiya cuy kalo kali tulisan nya aga baku soalnya tulisan udah lama gua di note wkwk males ngubah jadi langsung di post aja wkwkwk. Dadaaahhh have a good day cuy, jangan lupa makan, minum dan jangan males ibadah, karena umur gada yg tau.

Kumpukan foto pendakian Gunung Raung nih cuy!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *